Notification

×

Iklan

Iklan

Mengenal Aplikasi Zoom yang Dianggap Berbahaya dan Tips Aman Saat Menggunakannya!

Rabu, 22 April 2020 | April 22, 2020 WIB Last Updated 2020-07-29T10:06:17Z
sumber: stickpng.com

Zoom Video Communications, Inc (Zoom) merupakan perusahaan teknologi komunikasi asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Jose, California. Perusahaan ini menyediakan layanan perangkat videotelefoni dan obrolan daring berbasis P2P komputasi awam yang digunakan untuk telekonferensi, bekerja jarak jauh, belajar jarak jauh, dan berhubungan sosial. Zoom didirikan oleh insinyur dan mantan eksekutif perusahaan Cisco Webex, Eric Yuan pada tahun 2011 dan meluncurkan aplikasinya pada tahun 2013.

Aplikasi Zoom termasuk paling banyak yang digunakan saat pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar dan bekerja dirumah. Menurut App Annie, aplikasi ini sempat meraih posisi aplikasi gratis terpopuler di toko IOS App Store sejumlah negara. Lalu, mengapa aplikasi ini sangat populer? Itu semua karena Zoom dikenal aplikasi yang handal dan sangat jarang down. Zoom juga dapat digunakan dengan gratis , tapi durasi menjadi hanya 40 menit dan jumlah peserta satu sesi tersebut maksimal hanya 100 orang. Salah satu fitur yang lumayan disukai oleh pengguna adalah kemampuan untuk mengganti latar belakang dengan mengunggah gambar atau video.

Sayangnya, keamanan data di aplikasi ini masih tidak bagus. Bahkan pihak Zoom sendiri mengakui adanya celah keamanan dan mereka telah fokus akan memperbaiki celah tersebut selama 90 hari. The Intercept melaporkan bahwa aplikasi ini ternyata tidak melakukan enkripsi untuk panggilan video yang digunakan oleh penggunanya. Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh juru bicara dari pihak Zoom. Menurutnya sistem keamanan Zoom hanya mengandalkan protokol Transport Layer Security(TLS).

Dilansir dari AyoBogor.com, terdapat 5 bahaya yang mengintai pengguna Zoom:

  • Buka Webcam Pengguna.

    Kerentanan Keamanan Zoom lainnya adalah Zoom ketahuan menginstal server web rahasia dalam laptop Mac penggunanya. Zoom juga dinilai gagal menghapus server tersebut saat pengguna telah menghapus Zoom. Akibatnya, Apple ikut turun tangan dalam mengatasi hal ini.

  • Kirim Data ke Facebook.

    Zoom juga dikabarkan diam-diam mengirimkan data ke Facebook tanpa sepengetahuan pengguna. Data tetap dikirim walaupun pengguna tak memiliki akun Facebook. Setelah diunduh dan digunakan perangkat, aplikasi Zoom akan terhubung ke Facebook Graph API. Kebijakan privasi Zoom tidak menjelaskan soal jenis pembagian data tersebut. Perusahaan hanya mengatakan berbagi data dengan pihak ketiga tanpa menyebutkan nama Facebook secara khusus.

  • Lacak Pengguna.

    Zoom juga sempat dikritik karena fitur pelacakan tempat rapat. Saat diaktifkan, host atau penggelar rapat dapat memeriksa apakah peserta menjauh dari laptop selama panggilan.

  • Install Otomatis Seperti Malware.

    Seorang peneliti keamanan menemkan bahwa Zoom bisa menginstal aplikasi Mac tanpa interaksi pengguna. Teknik tanpa interaksi ini juga digunakan oleh malware di macOS.

  • Zoomboombing.

    Terakhir ada kasus yang belakangan ini ramai dibicarakan di media sosial. Zoombing adalah serangan yang dilancarkan oleh peretas atau disebut juga dengan hacker dengan berupa gangguan dari luar yang membajak konferensi video dengan mengirim gambar-gambar tidak senonoh atau ujaran kebencian disertai ancaman.

Bahkan aplikasi Zoom sudah dilarang di Negara Taiwan, Jerman, Singapura, hingga Amerika Serikat. Lantas bagaimana tips aman saat anda harus tetap menggunakan aplikasi ini? Dilansir dari Wartaekonomi.co.id berikut tips aman saat menggunakan Zoom:

  • Gunakan ID Rapat dan Kata Sandi yang Unik

    Jika anda mengendakan rapat untuk banyak orang sebaiknya gunakan ID rapat biasa dan gunakan kata sandi terpisah.

  • Gunakan Ruang Tunggu Virtual.

    Fitur ini memungkinkan penyelenggara rapat memeriksa seluruh peserta mereka bisa mendapatkan akses. ibaratnya, penyelenggara rapat berperan sebagai penjaga keamanan. Fitur tersebut bertujuan memastikan siapapun yang muncul dalam rapat benar-benar peserta yang diundang, bukan penyusup.

  • Aktifkan Fitur Lock Meeting.

    Jika Anda sebagai penyelenggara sudah memastikan tidak ada penyusup dalam rapat, silahkan aktifkan fitur Lock Meeting lewat meu di bagian bawah layar.

  • Matikan Fitur Berbagi Layar.

    Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti  yang terjadi di beberapa kelas daring para pengguna Zoom. Namun jika Anda bisa menjamin tak ada peserta yang iseng menampilkan gambar tidak layak melalui fitur berbagi layar, Anda bisa kembali mengaktifkan fitur tersebut.

Meskipun ada tips aman saat menggunakan aplikasi ini, Anda harus tetap berhati-hati dalam menggunakannya, gunakanlah dengan cerdas dan bijak demi kebaikan bersama.