Notification

×

Iklan

Iklan

WIBU VS KPOPERS, SIAPA YANG LEBIH ABSURD?

Sabtu, 25 April 2020 | April 25, 2020 WIB Last Updated 2020-07-29T10:08:40Z

Hai hai, buat yang baperan jangan coba-coba dibaca ya...

Untuk kalian yang masih muda pasti tidak asing lagi dengan istilah wibu dan kpopers. Untuk kalian yang belum tau, kita beri dulu arti dari kedua istilah tersebut. Mulai dari wibu ya, kata wibu diserap dari bahasa inggris weeaboo yang memiliki makna orang-orang non Jepang yang memiliki obsesi berlebihan terhadap budaya Jepang dan berperilaku seolah-olah mereka adalah orang Jepang. Sedangkah kpopers adalah orang-orang yang menyukai sesuatu yang berbau kpop, mereka mengagumi idola Korea mereka, bahkan sangat tergila-gila dengan idola mereka.

sumber: trapoo.net

Siap, kita mulai dari Anda yang memiliki hobi nonton, denger lagu, atau bahkan berperilaku layaknya orang Jepang. Tapi diluar dari itu, kalian harus menyadari bahwa semua orang berhak memiliki hobinya masing-masing(tapi ya, jangan berlebihan juga kali..). Tapi, kenapa wibu sering dibully? Apa sih penyebabnya? Itu kan hak-haknya dia? Oke mari kita bahas mengenai problem tersebut.

Ada beberapa penyebab mengapa penggemar anime atau biasa disebut weeaboo sering mendapat hinaan atau bullyan, tidak hanya di sosmed, bahkan di kehidupan nyata mereka masing-masing. Berikut alasannya:

1. Dianggap anak kecil.

Para wibu pasti sering nih mendapat bullyan kalo anime itu hanya untuk anak kecil. Hm... bener gaksih demikian? Ya jelas tidak, bahkan anime kurang disarankan untuk anak-anak, coba deh kalian tonton beberapa anime, pasti ada kan adegan-adegan yang hanya boleh disaksikan oleh orang dewasa saja. Tapi stigma ini sudah menempel kepada masyarakat yang hanya menganggap dirinya dewasa. 

2. Nolep/ Nolife.

Ada sebagian para wibu yang memang lebih memilih mengurung dirinya karena terlalu asik menonton anime. Mereka juga ada yang enggan berinterasksi kepada kehidupan sosialnya. Tapi, tidak semua wibu seperti ini. Bahkan banyak pecinta anime yang aktif terhadap aktivitas sosial mereka.

3. Menganggap karakter favorit sebagai waifu/husbando.

Para wibu akut yang menghayalnya kelewatan, mereka menganggap karakter favoritnya sebagai pacar mereka yang disebut dengan waifu(karakter perempuan), dan husbando(karakter laki-laki). Wah... parah juga ya kalo ini sampai mengganggu kehidupan mereka😄. Tapi ada juga yang berperilaku seperti ini hanya untuk hiburan mereka sendiri.  

4. Bau bawang.

Nah, untuk yang satu ini pasti kalian semua mengetahuinya. Kenapa wibu sering dikatakan bau bawang? Ya karena sebagian dari mereka terlalu asik untuk menghibur dirinya sendiri hingga jarang untuk mandi. Bayangin aja kalo ada wibu yang nonton anime berjam-jam tanpa mandi, duh bau bawangnya pasti kerasa banget😖.


Tapi ada juga beberapa yang didapat dari menonton drama/anime, dan mendengar lagu Jepang seperti: dapat mempelajari bahasa Jepang, menghibur diri, dan lain-lain.

sumber: brilio-net

Yap, kita berpindah dulu ke kubu sebelah. Kpopers, hm.. sebenernya sih saya kurang tahu mengenai dunia kpop, tapi saya akan ulas kenapa kpop terkenal alay dan berlebihan terhadap idola mereka.

Pernah gaksih denger cewek-cewek yang teriak-teriak. 

"Oppaku ganteng banget ihh, kapan ya gue jadi istrinya."

"Seneng deh liat suami pada kumpul."

"Oppa-oppa sarangheo..."(sambil nunjukin finger heart)

"Sirik ya lo gue jadian sama oppa gue?"

Hm, gimana? Jangan baper dulu ya, saya tahu kok fans kpop itu agak lebih sensitif kalo disindir😅. Sama halnya seperti pecinta anime diatas, apapun yang berlebihan pasti tidaklah baik, hal ini menjadi alasan mengapa fans kpop dianggap terlalu berlebihan ketika membicarakan hal yang berkaitan dengan idolanya. Wajar gaksih? ya relatif sih, kalau sampai harus mengorbankan hal-hal yang tidak seharusnya dikorbankan ya itu berlebihan, tapi kalau hanya untuk menghibur diri ketika jenuh atau bosan dengan kesibukan, hal ini sangat wajar, karena setiap orang memiliki hak untuk menghibur dirinya masing-masing.

Sekali lagi, semua berhak atas kebahagiaan diri masing-masing, jika menurut Anda idola yang dimiliki orang lain berbeda dengan kita, lebih baik kita lihat dulu, apakah hal tersebut menganggu kehidupan diri Anda atau tidak, jika tidak, biarkan saja mereka menemukan hiburannya masing-masing, jangan sampai kita terlalu fanatik hingga rela berkelahi hanya karena hal sepele seperti ini. Ngefans boleh, goblok jangan!