Notification

×

Iklan

Iklan

Lolicon Itu Apa? Apakah Sama Dengan Pedofil? Berikut Penjelasannya!

Rabu, 06 Mei 2020 | Mei 06, 2020 WIB Last Updated 2020-07-29T16:01:50Z




Sebelum kita membahas apa itu lolicon pastikan bahwa Anda membacanya dari atas hingga bawah, karena jika tidak, maka informasi yang salah akan tetap salah. Istilah lolicon atau bisa disebut juga dengan lolita complex masih terdengar asing di Indonesia. Namun, sejak merebaknya kasus kekerasan kepada anak bernama Nafa Urbach, istilah lolicon mulai banyak diperbincangkan. Mari kita ketahui arti dari lolicon yang sebenarnya, lolicon memiliki pengertian seseorang yang punya obsesi terhadap sesuatu yang imut, bisa jadi gadis kecil yang dibawah umur, menjelang atau sebelum masa pubertas yang biasa disebut 'lolita'. Namun perlu kalian ketahui, istilah lolicon tidak ada hubungannya dengan seksualitas, hanya suka saja.

Asal mula lolicon

Di Jepang, negeri asal anime dan manga, ada sebuah sub animanga yang disebut 'lolita complex'. Arti lolita complex sendiri kurang lebih sama dengan pengertian dari novel Vladimir Nabokov, yaitu mempunyai ketertarikan yang tinggi dengan gadis kecil yang manis atau gadis dewasa yang bertubuh mungil, yang biasanya dibuat ke dalam manga atau animenya disebut dengan lolicon.


Lalu, apa itu pedophilia?

Pedophilia didefinisikan dalam sebuah kamus diagnosis penyakit sebagai kecenderungan ketertarikan seksual pada anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan atau keduanya, biasanya berusia praremaja atau remaja awal. Dalam hal ini, seseorang berusia 16 tahun atau lebih dianggap memenuhi definisi ini jika ia mempunyai kecenderungan ketertarikan seksual yang menetap atau yang dominan pada anak-anak praremaja yang paling sedikit lima tahun lebih muda.

Sementara itu, kamus diagnostik yang lain menyatakan kriteria diagnostik untuk kelainan pedophilia dimaksudkan untuk diterapkan pada orang-orang yang secara sukarela mengakui paraphilia atau kelainan seksual ini ataupun tidak mau mengakui bahwa ia mempunyai ketertarikan seksual pada anak-anak, terlepas dari bukti-bukti obyektif ke arah yang sebaliknya.

Jadi gimana? sudah bisa kan bedakan pedophilia? jangan salah pengertian lagi ya!