Notification

×

Iklan

Iklan

Apakah Anime Pantas Untuk Anak-Anak? Kamu Semua Harus Tahu!

Jumat, 12 Juni 2020 | Juni 12, 2020 WIB Last Updated 2020-07-29T10:13:16Z
Baca sampai habis

sumber: myanimelist.com

Untuk para orang tua atau keluarga yang sedak memiliki anak-anak dirumahnya, kamu pasti penasaran kan, apakah anime itu layak ditonton anak-anak? Sebenarnya, ada berbagai aspek yang harus kamu ketahui mengenai hal itu.

Sebelum jauh-jauh membahas itu, kamu tentu harus mengetahui arti dari anime itu sendiri. Anime (bahasa Jepang: アニメ, [anime] adalah animasi dari Jepang yang digambar dengan tangan maupun menggunakan teknologi komputer. Kata anime merupakan singkatan dari "animation" dalam bahasa Inggris, yang merujuk pada semua jenis animasi.

Dengan kata lain, anime itu sama dengan kartun yang ada-ada di TV kamu, hanya saja anime ini ciptaan dan khas dari negeri sakura alias Jepang. Anime memiliki banyak genre, mulai romantis, komedi, horor, hingga khusus dewasa atau biasa disebut hentai.

Sebenarnya anime bisa disebut layak dan tidak layak untuk ditonton anak-anak, sekarang pertanyaannya, bagaimana cara membedakannya? Tentu saja dari genre dan juga tujuan penayangan anime itu.

Tidak sedikit anime yang ditayangkan dengan tujuan atau sasaran penontonnya anak-anak, berikut saya beri contoh anime yang sangat layak ditonton anak-anak.

1. Chi's Sweet Home


2.  Uchi no Tama Shirimasen ka?


3. Mirai no Mira


4. Keroro Gunsou


5. Pokemon


Itu sekiranya lima contoh anime yang layak anak-anak kecil tonton. Lantas, genre yang kurang atau bahkan tidak layak ditonton anak-anak itu antara lain:
  • Hentai
  • Horor
  • Romantis
  • Action
  • Ecchi
  • Superanatural
  • Drama
  • Komedi-Romantis
  • Komedi
  • Harem
  • Dll.
Beberapa alasan kenapa genre-genre itu tidak boleh ditayangkan karena beberapa adegan yang ada di beberapa episodenya yang vulgar atau bisa mengganggu psikologis anak. terlebih lagi hentai dan horor. Setidaknya alasan kenapa anak-anak sekarang memiliki sifat yang berbeda dengan anak-anak zaman dulu adalah karena tayangan yang ia tonton.

Kamu tidak bisa seratus persen menyalahkan anak-anak karena hal itu, tetapi coba lihat kembali dirimu sendiri. Apakah kamu sudah bisa menjaga tontonan anak-anak?