Notification

×

Iklan

Iklan

Cucu Durhaka, Mahasiswa di Pekanbaru Bobol ATM Nenek Sampai Rp62 Juta, Buat Beli Barang-Barang Mewah

Sabtu, 05 September 2020 | September 05, 2020 WIB Last Updated 2020-09-05T15:07:54Z


Seorang pemuda berinisial RR alias Romi, terduga pelaku tindak pidana pencurian dalam keluarga, ditangkap tim opsnal Unit Reskrim Polsek Tampan.
Pemuda 19 tahun yang masih berstatus mahasiswa ini nekat menguras uang dari rekening neneknya sendiri, Maria (71) dengan total puluhan juta rupiah.
Oleh RR, uang tersebut dipakai untuk membeli sejumlah barang mewah.
Diantaranya 1 unit sepeda motor merk Yamaha Lexi, 1 unit handphone merk Apple 11, AirPods, kipas angin, 1 unit sepeda Fixie, baju, celana, hingga helm.
Adapun modus pencurian yang dilakukan RR, yakni pada Rabu (1/7/2020) lalu, pelaku mengambil kunci kamar neneknya.
Sehari kemudian, pelaku masuk ke dalam kamar neneknya secara diam-diam.
Dia lalu mengambil kartu ATM Bank Riau Kepri milik neneknya tersebut.
Berbekal nomor PIN yang sudah dia ketahui sebelumnya, pelaku pergi ke bilik ATM Bank Riau Kepri di Jalan Durian.
Pelaku mengambil uang sebesar Rp22,5 juta.
Usai mengambil uang, pelaku meletakkan kembali kartu ATM neneknya ke tempat semula.
Pada Jumat (10/7/2020), pelaku kembali mencuri ATM itu. Keesokannya, pelaku pergi ke Mal SKA Pekanbaru.
Di bilik ATM di mal tersebut, pelaku mentransfer uang dari rekening neneknya, ke rekening Bank BCA miliknya sebesar Rp20 juta, serta melakukan tarik tarik tunai sebesar Rp8,5 juta.
Tak sampai di sana, pada Minggu (12/7/2020), pelaku pergi menuju ke bilik ATM Bank Riau Kepri di Jalan Durian.
Ia kembali melakukan transfer uang dari rekening neneknya, ke rekening Bank BCA dan Bank BTN miliknya masing-masing sebesar Rp5 juta.
Kemudian pada Senin (13/7/2020), pelaku melakukan tarik tunai dari kartu ATM neneknya sebesar Rp1 juta.
Sehingga jika ditotal, uang yang sudah diambil pelaku senilai Rp62 juta.
Singkat cerita, sang nenek merasa curiga. Karena saat melakukan pengecekan, uang di rekening miliknya, berkurang secara drastis.
Padahal dia tidak pernah melakukan transaksi apa pun.
Ia baru tahu saat mencetak rekening koran. Ternyata ada transfer ke rekening pelaku.
Sedangkan korban tidak merasa melakukan itu.