Notification

×

Iklan

Iklan

Gadis yang Tikam Ibu Kandungnya 151 Kali Tidak Dipenjara, Dinyatakan Tidak Bersalah

Minggu, 06 September 2020 | September 06, 2020 WIB Last Updated 2020-09-06T15:08:31Z


Isabella Guzman, gadis penderita paranoia skizofrenia yang membunuh ibu kandungnya dengan cara menikam sebanyak 151 kali pada bagian wajah dan leher, divonis tidak bersalah oleh pengadilan Colorado, Amerika Serikat.
Keputusan itu diambil setelah banding yang menyatakan bahwa Isabella mengalami gangguan jiwa diterima oleh pengadilan pada Desember 2013 silam.
Sebelumnya pada Agustus 2013, Isabella dinyatakan bersalah karena telah membunuh ibunya dengan cara yang cukup sadis.
Usai dinyatakan tidak bersalah, pengadilan lantas mengirim Isabella ke Rumah Sakit Kejiwaan di Pueblo, Colorado.
Jaksa Wilayah George Brauchler mengakui bahwa publik cenderung melihat kasus ini sebagai kasus pembunuhan sadis. Dia sendiri mengaku baru kali itu melihat seseorang ditikam sebanyak itu.
"Tetapi sistem (hukum) kita adalah sistem yang tidak hanya sarat dengan hukuman atau penjara, tetapi juga terikat pada keadilan, dan Anda harus melihat komponen ini, yaitu kesehatan mental," tegas Brauchler, seperti dikutip dari The Daily Mail.
Perihal berapa lama Isabella akan dirawat di rumah sakit tersebut, Brauchler mengatakan, "Bisa jadi sampai dokter negara bagian ini menentukan bahwa dia tidak lagi berisiko atau membahayakan bagi dirinya sendiri atau masyarakat. Bisa jadi satu tahun, dua tahun."
Menurut keterangan dokter yang merawatnya, dr Richard Pounds, Isabella didignosa mengalami paranoia schizophrenia.
"Dia sering menatap ke ruang hampa, lalu bicara dengan seseorang yang tidak terlihat, dan dia tertawa sendiri," kata dr Richard.
Pada awalnya, diberitakan bahwa Isabella menikam ibunya pada bagian wajah sebanyak 35 kali dan leher 51 kali. Namun di dalam pengadilan, terungkap bahwa total dia menikam ibunya sebanyak 151 kali. Sesudah menikam, dia lantas memukul kepala ibunya dengan tongkat baseball.
Menurut keterangan aparat setempat, dari hari ke hari, Isabella semakin sering melawan ibunya, yang diduga karena kesal ibunya menikah lagi. Dia dianggap semakin mengancam dan durhaka.
Sehari sebelum menikam ibunya, Isabella juga sempat mengirimkan surel (email) kepada ibunya yang isinya "Kau akan menebusnya".
Ketika menerima surel itu, ibunya sempat menelepon kepolisian Aurora dan meminta datang ke rumahnya. Polisi pun datang memenuhi permintaan ibunya.
Keesokan harinya, Isabella melancarkan aksinya di rumah ibunya di blok 2600 Jalan South Lima. Polisi menemukan jasad Yun-Mi Hoy dalam keadaan mengenaskan di dalam kamar mandi lantai dua berselang beberapa jam kemudian.

Isabella Guzman diringkus dalam waktu 16 jam semenjak ditetapkan sebagai buronan. Ketika itu, usianya masih 18 tahun. Kini, dia sudah 25 tahun.