Notification

×

Iklan

Iklan

Janda Muda sedang Hamil Tewas Diracun Tikus, Sang Pacar Tak Mau Bertanggung Jawab

Minggu, 13 September 2020 | September 13, 2020 WIB Last Updated 2020-09-13T10:07:10Z

Seorang janda anak satu tewas setelah dibunuh pacarnya menggunakan racun tikus.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (11/9/2020) kemarin.
Diketahui Korban, EH (23) saat itu sedang hamil.
Sang pacar, FI (27) tak mau bertanggung jawab dan malah berniat menggugurkan kandungan EH.
Warga Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten itu rupanya telah meminta korban menggugurkan kandungan.
EH menolak dan meminta FI untuk bertanggung jawab.
FI lantas membuat rencana untuk menggugurkan kandungan pacarnya itu.
Ia mengajak pacarnya ke Pantai Cibeurem, Cinangka, Serang.
FI pun menyiapkan racun tikus yang kemudian dicampur ke dalam minuman bersoda.
Setibanya di Pantai Cibeurem, EH meminumnya hingga mengalami mual dan muntah-muntah.
Tak lama kemudian FI mencoba menarik EH ke pinggir pantai.
Aksi FI tersebut lantas diketahui warga.
Warga yang curiga melihat EH dalam kondisi lemas akhirnya datang membantu.
EH kemudian dibawa ke RSUD Cilegon untuk mendapat perawatan.
Nahas, nyawa EH tidak dapat diselamatkan saat dalam perjalanan.
Sedangkan FI diamankan oleh warga untuk selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Maryadi mengatakan, kejadian itu berawal dari FI meminta agar mengugurkan anak yang dikandungnya.
"Tersangka pacar korban, korban hamil, dan korban dibunuh menggunakan racun tikus," kata Maryadi kepada Kompas.com. Minggu (13/9/2020).
Rupanya racun tikus awalnya digunakan untuk menggugurkan janin.
"Intinya permasalahan awal perempuan ini hamil kemudian diminumkan racun tikus," ujar Maryadi kepada Kompas.com, Minggu (13/9/2020).
Racun tikus tersebut kemudian dicampur dengan minuman bersoda.
EH yang saat itu meminumnya mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri.
"Tersangka beli racun tikus dari sana (Padarincang)," ujar Maryadi.
Kini, FI telah diamankan polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
"Barang bukti yang kita amankan botol aqua, botol Sprite isi racun tikus akan diperiksa kandungannya," tandasnya.
Kejadian lain seorang pedagang jengkol tewas bersimbah darah dalam rumahnya.
Warga Desa Banua Binjai, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan pun mendadak heboh atas penemuan mayat perempuan berusia 31 tahun itu
Mayatnya ditemukan dengan kondisi mengenaskan bersimbah darah di dalam rumah.
Diketahui bahwa kondisi rumahnya terkunci dari dalam.
Diduga korban beridentitas Latifah itu adalah korban pembunuhan.
Penemuan ini terjadi di Desa Banua Binjai, Jalan Kapar Walangsi, Sabtu (12/19/2020) siang.
Penemu mayat merupakan pelanggan jaring (jengkol, red) korban.
Apalagi, korban merupakan pedagang jaring atau jengkol yang dijual kepada pengecer.
Penemu mayat, diketahui hendak membayar utang jengkol.
Sahabat Latifah, Wiwin, menceritakan jika sahabatnya tersebut tidak banyak bicara.
Namun, diketahui jika Latifah merupakan istri siri dari seorang kepala desa yang ada di Kecamatan Hantakan.
Wiwin membeberkan jika Latifah kerap bercerita persoalan rumah tangganya. "Ya kalau masalah, cuma masalah rumah tangga," bebernya.
Wiwin juga terkejut mengapa Latifah dibantai sekejam itu saat sedang hamil 9 bulan. Bahkan, menurutnya dalam beberapa hari terakhir Latifah masih berjualan.
"Biasanya ada anak-anaknya saat Magrib. Itu sudah tidak ada lagi. Memang dua anaknya dari suami terdahulu ikut mantan suami.
Tapi kalau malam, dijemput Latifah. Bisanya lewat, kami saling sapa," bebernya.
Mayat Latifah pun divisum di RSUD H Damanhuri, Kota Barabai, Kabupaten HST.
Sedangkan Wiwin yang ikut memandikan, membeberkan, jika mayat Latifah penuh dengan luka benda tajam.
Mulai dari tebasan di punggung di bawah leher, kelingking tangan kiri yang hampir putus, hingga lengan kiri yang luka diduga akibat tebasan.
"Orangnya setahu saya tidak pernah aneh-aneh dan tidak ada musuh," katanya.
Sementara itu, Ps Paur Subbag Humas Polres HST, Aipda M Husaini, mengatakan jika pihaknya masih mendalami dan melakukan penyelidikan kasus pembunuhan tersebut.
"Semuanya masih didalami. Benar ada ditemukan mayat. Kami masih melakukan penyelidikan," ujarnya singkat