Notification

×

Iklan

Iklan

Paman Tega Cabuli Keponakan Sejak Kelas 3 SD, Orang Tua Korban Syok Saat Tahu Anaknya Hamil

Selasa, 08 September 2020 | September 08, 2020 WIB Last Updated 2020-09-07T21:08:13Z

Kepolisian Sektor Tambun menangkan Hermawan alias Iway (35) pelaku pencabulan dengan korban di bawah umur. Ironisnya korban merupakan keponakan pelaku yang telah dicabuli sejak kelas 3 sekolah dasar. Kini korban yang telah duduk di bangku sekolah menengah pertama ini dinyatakan hamil.
“Jadi sejak lama pelaku ini melancarkan aksinya. Namun baru ketahuan setelah orang tua memeriksakan korban yang ternyata hamil. Laporan ke kami dan dari langsung kami amankan pelaku,” kata Kepala Polsek Tambun, Komisaris Gana Yuda, Senin 7 September 2020.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku dan korban tinggal berdekatan di salah satu desa di Kecamatan Tambun Kabupaten Bekasi. Pelaku yang kerap melihat korban kemudian melancarkan aksi bejatnya dengan mengajak korban datang ke rumah kontrakannya.
Pelaku yang terus merayu dan mengimingi sejumlah hadiah kemudian mencabuli korban. Pencabulan itu dilakukan berulang kali dan korban tidak melapor lantaran kerap diancam pelaku.
“Aksi itu dilakukan saat istri pelaku sedang pergi bekerja,” ucap Gana.
Kemudian pekan lalu, aksi pencabulan yang terjadi kepada remaja berusia 15 tahun ini terungkap ketika orang tua korban mendapati anaknya sering sakit perut dan mual-mual sebagaimana tanda-tanda orang yang hamil muda. Kemudian orang tua membawa korban ke puskesmas terdekat untuk berobat.
Setelah diperiksa, korban yang sudah terlambat datang bulan itu kemudian diketahui hamil dengan usia kandungan telah menginjak tiga bulan. Kedua orang tua korban yang syok kemudian mendesak korban menceritakan penyebabnya.
Diketahui pencabulan ini dilakukan oleh pelaku yang tidak lain paman korban. Orang tua korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Tambun dengan nomor laporan B/40-Tb/STPL-1/VIII/2020/Sek. Tambun. Tak berselang lama, pelaku Hermawan kemudian berhasil ditangkap di rumah kontrakannya.
“Kami langsung melakukan penyelidikan dan langsung meringkus pelakunya di kediamannya pada Minggu (6 September 2020) kemarin. Dari hasil pemeriksaan, pencabulan itu terus dilakukan oleh pelaku, terakhir pada 18 Mei lalu dan kini korban tengah mengandung tiga bulan,” ujarnya.
Untuk mempertanggungjawabkan aksinya, pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
“Tidak hanya itu, kami pun terus melakukan pengembangan untuk mengetahui kemungkinan ada korban lainnya yang dicabuli pelaku. Melihat betapa syoknya keluarga korban dan ini menyangkut masa depan korban, maka kami pun akan menjerat pelaku dengan pasal yang setimpal. Ini menjadi peringatan juga bagi orang tua untuk senantiasa menjaga anak-anaknya dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap dia.