Notification

×

Iklan

Iklan

Sedih Banget, Mantan Tukang Kebun Presiden Soekarno Kini Jadi Pemulung

Kamis, 17 September 2020 | September 17, 2020 WIB Last Updated 2020-09-16T23:07:07Z

Sedih banget Ges. Hidup Arsilan, mantan tukang kebun keluarga Presiden Soekarno, kini serba kekurangan.
Padahal dulu ia sempat bekerja di kediaman orang nomor satu di Indonesia sejak 1945-1958.
Arsilan juga pernah bergabung menjadi anggota tentara pelajar Hizbullah sebelum bekerja menjadi tukang kebun di keluarga Bung Karno. Tidak bisa dipungkiri bahwa ia turut berperan saat detik-detik pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 silam.
# Bekerja Jadi Tukang Kebun Presiden Soekarno
Potret Pak Arsilan, mantan tukang kebun Bung Karno (news.detik.com)
75 tahun setelah bekerja menjadi tukang kebun Presiden, kini hidup Arsilan berbalik. Ia harus menjadi pemulung untuk bisa menyambung hidupnya sehari-hari.
Arsilan merupakan saksi kemerdekaan Indonesia yang masih hidup hingga saat ini. Ia bahkan sempat menyaksikan pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, dari balik pagar halaman rumah Bung Karno.
Arsilan mengaku bahwa ayahnya dan dia yang menyiapkan tiang bambu untuk bendera sang saka merah putih.
"Yang masang tiang saya juga ikut. Itu sehari sebelumnya. Kita disuruh pasang, tapi tidak tahu untuk apa. Waktu itu sih belum ada tiang bendera besi, sudah habis sama Jepang," cerita Arsilan.
# Tinggal di Gubuk Bawah Pohon
Tempat tinggal Arsilan (suar.grid.id)
Saat masih bekerja sebagai tukang kebun Soekarno, ia tentu tinggal di kediaman Soekarno. Namun kini, pria yang berusia 95 tahun ini harus tinggal di sebuah bangunan semi permanen di atas trotoar kawasan Jalan Bonang.
Kediamannya ada di persis sisi luar tembok sebelah Timur Taman Proklamasi, di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.
Pernah hidup dengan orang nomor satu, serta berjasa mencari tiang bambu untuk momen bersejarah Indonesia. Namun kini hidupnya sengsara.
# Tidak Pernah Meminta Imbalan
Di zaman kemerdekaan Indonesia, Arsilan mengaku sering ikut berjuang tanpa mengharapkan imbalan. Ia hanya bermodalkan niat untuk membantu kemerdekaan Indonesia.
Arsilan bahkan sempat tergabung ke dalam Tentara Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) ketika masa penjajahan Jepang.
# Berprofesi sebagai Pemulung
Meskipun turut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Arsilan kini harus bekerja keras bahkan di usia lanjut untuk membiayai hidup sehari-hari.
Bukti bahwa ia pernah berjuang jadi tentara di masa perjuangan kemerdekaan(kaskus.co.id)
Ia harus bekerja sebagai pemulung di sekitaran Tugu Proklamasi dengan bayaran paling besar Rp20.000.
"Paling besar (pendapatan memulung) Rp20 ribu. Yang penting bisa untuk ngopi," katanya.


Sedih banget ya ges. Semisal kalian kebetulan lagi ada di sekitaran Tugu Proklamasi dan lihat beliau, bolehlah dibantu sedikit. Berkat jasanya, kita bisa hidup enak seperti sekarang kan?