Notification

×

Iklan

Iklan

Kisah Sedih Kakek Pejual Gado-gado Kena Tipu Konsumennya, Pesan 5 Bungkus Dibayar Pakai Uang Mainan

Kamis, 29 Oktober 2020 | Oktober 29, 2020 WIB Last Updated 2020-10-28T23:07:44Z

 

Baru-baru ini viral di media sosial kisah seorang iri.

Kerjadian tersebut pertama kali diunggah oleh warganet bernama Revi lewat akun Facebook pribadinya pada 24 Oktober 2020 yang lalu.

Dalam unggahannya, Revi membagikan dua foto yang memperlihatkan seorang penjual gado-gado dan uang palsu bertulis seratus ribu uang mainan.

Hingga saat ini, unggahan milik Revi telah dibagikan ulang lebih dari 2 ribu kali dan menuai ratusan tanggapan dari penggun Facebook lainnya.

Perempuan bernama lengkap Revi Siana kepada Tribunnews.com ( grup TribunJatim.com ) menceritakan secara lengkap aksi penipuan konsumen tidak bertanggungjawab ini.

Revi menyebut, penjual gado-gado yang ada diunggahannya merupakan kakeknya sendiri yang bernama Dakelan.

"Bapak itu namanya Bapak Dakelan, kakek saya, itu bapak nya bapak saya."

"Beliau hanya punya anak 1 tapi sudah meninggal, umurnya 91 tahun beliau berprofesi menjual gado-gado," ucapnya, Selasa (27/10/2020).

Berdasarkan cerita yang Revi peroleh dari sang kakek, aksi penipuan dari pelanggan terjadi pada hari Jumat (23/10/2020) sore hari.

Dakelan mengatakan, ada pembeli pria dengan ciri-ciri bertubuh gempal mendatanginya untuk membeli gado-gado.

Pria ini memesan setidaknya 5 bungkus.

"Waktu itu sepi nggak ada orang beli. Kemudian waktu bayar uangnya dilipat kecil banget langsung di taruh di saku kakek saya."

"Mas yang beli tadi bilangnya uangnya Rp 100 ribu, kakek saya kemudian memberikan kembali Rp 50 ribu dan tidak sadar waktu itu," urai Revi.

Dakelan baru menyadari jika uang yang diberikan pria tersebut uang mainan saat dirinya ingin berbelanja bahan-bahan untuk berjualan gado-gado.

"Saat belanja itu uangnya dikembalikan sama penjualnya, pas pulang baru cerita sama cucunya," imbuh Revi.

Revi berharap dengan dirinya mengunggah kejadian yang menimpa kakeknya supaya tidak terjadi kembali.

Dia berharap para pembeli yang berniat jahat kakeknya melihat perjuangan Dakelan saat mencari rezeki dengan halal.

"Kasian kakek saya ndorong gerobak dengan jalan kaki, tapi malah ditipu begitu pesan saya."

"Tapi Alhamdulillah banyak sekali yang peduli dengan kakek saya dan saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat semuanya atas kepeduliannya," urai Revi.

Revi dalam kesempatan tersebut juga menceritakan sosok kakeknya itu

Menurut cerita darinya, kakek Dakelan merupakan pria tua yang penuh semangat dalam menjalani hidup.

Pria berdomisili di Dusun Gampang Sejati, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan tak mau membebani keluarganya.

"Sebenarnya saya dan semua saudara sudah tidak mengizinkan beliau bekerja lagi karena sudah tua."

"Sudah saya suruh pulang kampung untuk istirahat, tapi nggak mau, katanya selagi masih sanggup cari rezeki, beliau tidak mau menyusahkan cucu-cucunya."

"Dibuatkan tempat buat jualan pun tak mau, senangnya keliling karena, kalau keliling itu banyak hiburannya," ucap Revi.

Kakek Dakelan sehari-hari berjualan gado-gado berangkat dari rumahnya pukul 8 pagi hingga tiba salat maghrib.

Sedangkan pendapatannya dalam sehari berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu.

"Untuk menyiapkan jualannya beliau dibantu istrinya Bu Karni, cucu-cucunya juga ikut bantu," tandas Revi.