Notification

×

Iklan

Iklan

Kondisi Terbaru Ibu Rangga Setelah Keluar Rumah Sakit, Tinggal di Rumah Sewa & Suaminya Sakit

Kamis, 29 Oktober 2020 | Oktober 29, 2020 WIB Last Updated 2020-10-29T12:07:54Z

 

Kabar terbaru ibu Rangga, korban pemerkosaan di Aceh Timur semakin baik.

Kabar buruknya, suami dari pernikahan kedua ibu Rangga, AY sedang sakit dan kini sedang dirawat di rumah.

Sementara ibu Rangga sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit karena tangannya kena sambitan parang pelaku.

Sejak dua minggu setelah peristiwa pemerkosaan terhadap ibu Rangga, DN (28) dan pembunuhan terhadap putranya Rangga (10), DN sudah bisa berbagi cerita.

Kondisinya semakin membaik dan luka di tangannya tidak lagi berbalut perban.

"Alhamdulillah, sekarang kondisi saya sudah agak membaik. Luka saya juga sudah tak diperban," ujar DN saat dihubungi Serambinews.com, Rabu (28/10/2010), melalui nomor telepon suaminya AY.

Waktu itu, Serambinews.com (grup SURYAMALANG.COM) hendak berkomunikasi dengan AY, namun handphone AY ternyata langsung diangkat oleh korban.

Di saat itulah DN mengabarkan bila suaminya sedang sakit.

"Maaf pak, abang sedang tidur, dia lagi kurang sehat (sakit)," sebut DN dikutip dari Serambinews.com artikel 'Ibu Muda Korban Pemerkosaan Residivis Sudah Bisa Diajak Bicara, Luka di Tangan Mulai Sembuh'

AY diketahui adalah suami yang selalu setia mendampingi DN saat tertimpa musibah beberapa waktu lalu.

Tanpa mengeluh sedikit pun AY tetap mendampingi istrinya.

Lebih lagi saat ini DN dikabarkan tengah mengandung buah hatinya yang pertama dari suami keduanya ini.

Di saat kondisi DN sudah mulai membaik, rupanya tidak bagi AY.

Saat ini mereka tinggal sementara di rumah yang disewa keuchik atau kepala desa setempat.

Posisi rumah yang mereka tinggali tidak jauh dari rumah abang iparnya, Marzuki, di daerah selama ini mereka tinggal, di Kecamatan Birem Bayeun.

"Kami tidak tinggal lagi di rumah lama, sekarang kami tinggal di rumah yang disewa Pak Keuchik (kepala desa) dekat lapangan bola," ucap.

Menurut korban, rumah mereka sekarang sedang dibangun oleh pihak Pemkab Aceh Timur, yang posisinya di belakang rumah abang ipar (abang kandung suaminya AY).

"Tanahnya rumah dibeli sama Pak Muzakir, kalau rumah dibangun oleh Pemkab Aceh Timur.

Sekarang lagi dibangun, nanti kami akan tinggal di sana," ujar DN.

DN juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para pihak yang telah mendoakan kesembuhannya, termasuk telah memberikan segala bantuan selama ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu dan mendoakan saya selama ini," tutup ibu muda ini

Seperti diketahui, kisah DN dan putranya, Rangga di Aceh Timur masih begitu mencuri perhatian publik.

Aksi berani Rangga seolah menjadi pengorbanan dan pengabdian terakhirnya untuk sang ibunda.

Bagaimana tidak, saat ibunya hendak diperkosa oleh SB, Rangga memilih untuk melawan.

Padahal ketika itu Rangga bisa saja pergi menyelamatkan diri karena disuruh ibunya.

Namun, bocah 10 tahun ini rela mengorbankan nyawanya demi melindungi ibu dan calon adiknya.

Ya, saat peristiwa pemerkosaan terhadap DN terjadi, ibu Rangga ternyata sedang hamil buah hati dari pernikahan keduanya.

Kini usia kandungan DN sudah menginjak empat bulan.

Meski belum sempat berjumpa, namun Rangga sudah menunjukkan bukti sayangnya untuk calon adiknya tersebut.

Kini AY ayah sambung Rangga-lah yang setia menemani sang ibunda untuk segera pulih dari rasa sakitnya.

AY sendiri merupakan warga di Kecamatan Birem Bayeun, dan DN adalah warga Pinang Baris Kota Medan.

AY dan DN bertemu saat sama-sama bekerja berapa tahun silam di Kaban Jahe, Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan AY, saat bincang-bincang singkat dengan Serambinews.com di RSCM Langsa, Senin (19/0/2020) sore.

Selama dirawat di RSCM Langsa milik PTPN I Langsa itu, AY setia mendampingi istrinya DN yang sedang mengandung anak pertama dari hasil perkawinannya.

DN menjadi korban rudapaksa tersangka SB (kini sudah almarhum) dirawat sejak Jumat (16/10/2020).

DN mengalami luka infeksi di telapak tangan kanannya, akibat terkena sabetan parang tersangka SB.