Notification

×

Iklan

Iklan

Tubuh Digerogoti Kanker, Gadis Kecil Ini Butuh Bantuan untuk Berobat

Jumat, 16 Oktober 2020 | Oktober 16, 2020 WIB Last Updated 2020-10-15T22:07:32Z

 Neiha Salwa Sihab, gadis kecil yang baru berusia 11 tahun ini selama dua bulan terakhir ini hanya bisa berbaring di kasur lantai.

Anak pasangan Sukasno (42) dan Tulas Agustina ini sudah sedari 2019 didiagonis menderita kanker leher atau .

Neiha yang tercacat sebagai warga Dukuh Kebanyon Kelurahan Kasepuhan ini tinggal bersama keluarganya di rumah dinas sederhana sekitar 6x2.5 meter milik SDN Kasepuhan 01 Batang yang cukup lapuk itu. Diapun sudah bolak-balik menjalani rangkaian pengobatan. Mulai dari pengobatan medis maupun pengobatan alternatif.

Setelah beberapa kali menjalani kemoterapi, bocah kelas 6 ini sudah kehilangan kekuatan untuk menopang tubuhnya. Ditambah, rasa pening dan nyeri yang kadang menyerang tubuh mungilnya yang kini hanya berbobot sekitar 18 kilogram.

Namun justru benjolan yang muncul semenjak Neiha kelas 2 SD ini semakin membesar. Terlebih ketika anak kedua dari empat bersaudara ini menjalani beberapa kali biopsi, untuk mendeteksi keganasan kankernya.

Bolak-balik Batang Semarang pun pernah dijalaninya hingga tiga kali lebih dalam sebulan. Suatu ketika pun, Neiha bahkan mampu menahan rasa sakitnya, hanya mengedarai motor berdua dengan ayahya saja.

Namun, perjuangan yang telah diupayakan Neiha dan keluarga dalam menjemput kesembuhan belum berakhir. Bahkan setelah menjalani kemoterapi, sel-sel kanker di tubuh Neiha belum bisa sepenuhnya hilang. Neiha masih membutuhkan pengobatan laser atau sinar untuk prosedur pengobatan selanjutnya.

"Dulu didiagnosis kanker namun karena di RSUD Kalisari belum ada dokter dan alat yang memadai maka dirujuk ke RSUD Kraton. Namun karena di sana belum lengkap jadi dirujuk ke RSUP dr Karyadi. Dan setalah kemo beberapa kali juga belum berhasil, makanya harus disinar, hanya saja berat badannya belum memenuhi syarat sehingga pengobatan selanjutnya belum bisa dilaksanakan," jelas ayah Neiha, Sukasno.

Namun hal tersebut tidaklah mudah untuk Neikha yang tubuhnya kini makin menyusut. Pihak keluarga pun masih punya PR untuk mengembalikan berat ideal Neiha. Sayangnya hal tersebut bukan perkara mudah. Terlebih Neiha masih sering muntah lantaran efek kemoterapi yang dideritanya. Sehingga asupan makanan pun acap kali tidak mampu masuk ke perut Neiha.

"Kemarin-kemarin susah makannya, Alhamdulillah ada yang membantu memberikan obat herbal. Berangsur kondisi Neiha ada kemajuan. Auranya sudah ceria kembali, dan kini nafsu makannya perlahan mulai kembali. Dan mulai ada peningkatan berat badan. Hanya saja memang untuk perawatan dan pengobatan ini butuh dana yang cukup banyak," jelas Sukasno yang berprofesi sebagai driver ojek online ini.

Dengan penghasilannya yang tidak menentu, membuat Sukasno sadar belum bisa mengupayakan yang terbaik bagi anaknya. Pasalnya dalam seminggu ia terkadang hanya bisa menghasilkan sekitar Rp200 Ribu. Sementara istrinya, Tulas hanya bisa mengurus rumah dan juga bayi mereka, serta merawat Neiha yang masih sakit. Sedangkan untuk pengobatan herbalnya, sebulan bisa menghabiskan sekitar Rp1-2 Juta.

"Kemarin kami juga dapat informasi dari donatur, kalau ada dokter di Tuban yang bisa membantu pengobatan Neiha. Alhamdulillah, untuk pengobatan pertama nanti mau digratiskan biayanya. Hanya saja untuk ke Tuban, butuh modal transportasi yang cukup banyak. Sehingga kami juga bingung, karena untuk kebutuhan sehari-hari saja, kami terkadang kekurangan," jelasnya.

Selama ini pihaknya memang sudah dibantu pembinaan pengobatan media dengan program BPJS Kesehatan. Meski begitu untuk operasional dan perawatan di rumah, pihaknya masih membutuhkan tambahan biaya. Oleh karenanya pihak keluarga berharap pihak terkait bisa membantu Neiha berjuang mengobati penyakitnya. Terlebih Neiha pun kini semakin termotivasi untuk sembuh dan segera ingin bermain dengan teman-temannya.

"Atas kebaikan pihak kelurahan dan sekolah kami diberikan izin untuk menghuni rumah dinas ini karena kami belum memiliki tempat tinggal. Meski sederhana tetapi sangat bermanfaat untuk tempat berteduh kami, dan untuk merawat Neiha. Semangat Neiha untuk berobat sangat luar biasa. Alhamdulillah hingga kini Neiha masih diberikan kekuatan, dan semoga segera diberikan kesembuhan.

Sementara Guru SDN 1 Kesepuhan, Murtadho Makmur mengatakan, Keluarga Naeha Salwa Sihab tinggal di rumah dinas SDN Kesepuhan 1 atas usulan dari Kepala Keluarahan. "Sebelumnya Pak Lurah menghubgungi pihak sekolaha untuk minta izin rimah dinas yang terpakai supaya digunakan sementara oleh keluarga Naeha Salwa Sihab," katanya.

Pihak sekolah pun mengupayakan agar tidak bermasalah dengan guru - guru yang berhak menempati, Kepala Sekolah meminta surat izin kepada Dinas Pendidikan. "Pertimbangan kita mengizinkan karena kamanusiaan. Pasalnya rumah sebelumnya bukan hak milik dan masukan dari Pak lurah untuk menampati rumah dinas guru," jelasnya.

Sementara Bupati Batang Wihaji saat dihungi melalui telponya menyatakan siap membantu operasional pengobatanya dan akan menjenguknya melihat kondisinya. "Pemkab siap membantu operasional pengobatanya, Dinkes juga kami perintahkan untuk terus memantau perkembangan Naeha Salwa Sihab," ungkap Wihaji.