Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Pria Minta Izin Meniduri Istri Temannya Usai 2 Hari Menumpang Tinggal, Suami Ngamuk Syok Berat

Selasa, 13 Oktober 2020 | Oktober 13, 2020 WIB Last Updated 2020-10-13T07:07:25Z

 


 Beredar viral kisah pria minta izin meniduri istri temannya usai menumpang tinggal.

Pria tersebut menumpang tinggal di rumah teman sekantornya yang sudah berumah tangga selama 2 hari.

Setelah mengetahui kelakuan kurang ajar temannya itu, suami dan istri pemilik rumah langsung marah dan syok.

Kisah ini beredar di postingan akun Facebook Akhtar Syamir Sabtu (10/10/2020).

Hingga berita ini tayang postingan itu telah ditonton 3 ribu orang, 378 komentar dan dibagikan 1,3 ribu kali.

Awalnya, sang istri menceritakan kehidupan rumah tanggannya yang memang sedang tidak harmonis.

"Hal ini terjadi tahun lalu. Kebetulan kita memang sedang mengalami krisis dalam hubungan.

Sebenarnya tahun ini saya dan suami belum menemukan solusi selama 3 tahun"

Istri mengatakan, salah satu penyebab hubungan mereka renggang karena masalah komunikasi.

"Saya tidak tahu bagaimana mengatasinya. Masalah utamanya adalah suami tidak bisa berdiskusi. Dia lebih suka diam dan memendam"

Suatu hari, suami dari wanita itu mengizinkan teman sekantornya menginap di rumah.

"Awal mula suami membawa teman ke rumah, temannya ini meminta menumpang di rumah selama dua hari, katanya ada mengurus perihal rumah sewa"

Sejak awal wanita tersebut mengaku tidak senang dengan kehadiran teman suaminya.

"Jujur, saya memang tidak suka ketika suami membawa pulang teman-temannya ke rumah".

Menurut wanita itu, rumah mereka terhitung kecil dengan kapasitas 2 kamar saja.

"Rumah kami ini kecil dan hanya ada dua kamar saja, bila tamu datang, saya terpaksa mengurung diri di dalam kamar,

Tapi memang suami sifatnya tidak suka berbincang dan tidak tau buat apa, saya terpaksa mengalah".

Awalnya saat teman kantor suaminya menumpang segala aktivitas berjalan seperti biasanya.

"Seperti biasa, saya mengurus rumah, memasak dan sebagainya, kawan suami saya kerja satu shif, jadi pergi dan balik juga bersama"

Akan tetapi di hari ketiga, teman kantor suaminya mulai membuat alasan untuk menginap lagi.

"Masuk hari ketiga, dia mulai beralasan untuk menumpang lebih lama, tapi saya bersikeras pada suami agar temannya mencari tempat lain"

"Memang tidak layak menumpang di rumah orang yang sudah menikah, saya sangat tidak nyaman dan risih jika selalu berkurung diri di dalam kamar setiap ada dia".

Satu minggu setelah teman sekantor suaminya pergi dari rumah, tiba-tiba pria itu WhatsApp dan mengucap rayuan.

"Seminggu lalu, tiba-tiba dia WhatsApp saya, katanya suami saya beruntung mendapatkan istri yang rajin seperti saya, rumah tangga terurus pandai jaga diri dan sebagainya"

"Saya abaikan dan tidak balas, keesokan harinya, dia mengirim pesan lagi, terus saya blok dia"

Merasa pesannya diabaikan, pria itu ternyata nekat mendatangi rumah temannya untuk menemui sang istri.

Parahnya, pria itu berusaha masuk lewat jendela karena istri sengaja tidak membukakan pintu.

"Dua tiga hari kedepan, dia datang ke rumah ketika suami saya tidak ada di rumah, saya tidak buka pintu, namun dia berusaha masuk melewati jendela"

Setelah kejadian itu, suami dari wanita tersebut naik pitam karena mendapat chat dari temannya.

Temannya secara terus-terang mengatakan ingin meniduri istrinya.

"Setelah kejadian itu, suami balik kerja dalam keadaan marah-marah, saya mencoba tenangkan dia dan bertanya kenapa"

"Hampir copot jantung saya ketika suami menjelaskan temannya meminta untuk tidur dengan saya kemarin malam"

"Saya lemas dan jatuh ke lantai mendengar ucapan suami, ingat seperti drama TV namun ternyata di dunia nyata ada, bahkan pada diri sendiri"

"Tidak sangka benar dalam hati, marah betul saya pada suami karena dia memberikan izin kepada temannya tidur di rumah. Tidak ubah seperti melepaskan anjing yang tersepit"

Wanita itu menyebut, dalam kehidupan berumah tangga memang sangat membutuhkan komunikasi yang baik antara suami dan istri.

Karena dengan adanya komunikasi yang baik, meminimalisasikan keretakan rumah tangga.

Wanita itu memberikan saran kepada pengguna media sosial lain, agar selalu mengutamakan keselamatan keluarga dengan apapun.

Apalagi apa saja bisa terjadi, jika seseorang telah dikuasai nafsu.

"Demikianlah, menolong orang tidaklah salah, tetapi yang paling penting adalah keselamatan keluarga"

"Kemudian pikirkan apa masalah dan apa yang akan dihadapi istri, berbincanglah dengan istri sebelum membuat sebuah keputusan, karena seperti ini bisa menghancurkan keluarga"

"Sama halnya seperti istri memberikan tumpangan tidur pada teman perempuan, bukan perkara sudah menikah atau belum, resikonya terlalu tinggi, apa saja boleh terjadi"

"Satu lagi pembelajaran, istri yang sering kita marah-marahi dan anggap tidak sempurna itu mungkin dipandang sempurna oleh orang lain"

"Kita saja yang tidak melihatnya, maka hargailah istri Anda, nanti jika orang lain yang hargai, susah" tutup wanita itu mengakhiri ceritanya.