Notification

×

Iklan

Iklan

Dijemput Paksa Petugas Rumah Sakit Jiwa, Marshanda Gila? Ini Penjelasan Marshanda

Senin, 02 November 2020 | November 02, 2020 WIB Last Updated 2020-11-02T09:07:47Z

 


Artis cantik Marshanda mengungkap kisah sebenarnya terkait penjemputan paksa yang melibatkan tiga karyawan rumah sakit jiwa.

Peristiwa penjemputan paksa ini terjadi di apartemennya, Puri Casablanca pada 26 Juli 2014.

Sekitar 6 tahun berlalu, Marshanda kini mulai berani buka suara terkait kisah sebenarnya.

Dilansir dari program acara Nyonya Boss pada Senin (2/11), Marshanda mengungkapkan kisah tersebut kepada Nia Ramadhani.

"Gue sampai nanya ke teman gue tentang video lo yang marah dan macam-macamnya, menurut gue secara logika kita sering banget lihat ada yang nangis dan sebagainya.

Tetapi Marshanda juga begitu tetapi lebih cepat aja cuma dibuat image Marshanda gila," ujar Nia Ramadhani.

"Mereka baru menemukan enaknya melakukan itu, ternyata bisa merasakan perasaan bebas. Nah 2009 itu yang gue rasakan," aku Marshanda.

Nia menilai, video yang mengekspresikan perasaan itu merupakan hal lumrah, namun yang membuat persepsi Marshanda gila itu karena pernyataan orang tua pameran Lala di Sinetron Bidadari.

"Orangtua lo sendiri yang menyebutkan seperti itu. Bagaimana perasaannya?" tanya Nia.

"Jadi itu terjadi ketika proses perceraian.

Prosesnya itu gue masukkin gugatan cerai, terus tiga bulan kemudian gue melepas hijab, proses perceraian berlanjut dan banyak masalahnya dalam waktu satu tahun."

"Di 2009 gue didiagnosa alami bipolar disorder, selama berjalan waktu gue mau tetap sehat dan stabil dengan cara yang sehat," jelas Marshanda.

Mantan istri Ben Kasyafani mengakui, bipolar disorder tak menganggunya namun ia merasakan banyak orang sekitarnya yang tak kuat dengan banyaknya energi yang dimiliki.

"Jadi intensitas emotion gue itu lebih banyak terus lingkungan keluarga yang kebanyakkan akademisi, bussiness man yang bukan main emosi seperti kita pekerja seni.

Mereka melihatnya 'kok ini anak bisa mengeluarkan emosi yang dia punya', terus mereka gak berani ketika melihat gue begitu," terang Marshanda.

Waktu itu, keluarga mengira Marshanda sedang mengalami gangguan kejiwaan dan tidak bisa mengontrol diri sendiri.

"Jadi ada banyak anggapan ketika keluarga memutuskan gerebek dan bawa paksa ke rumah sakit.

Yang disebutkan keluarga 'apakah kita mau menolongnya? karena dia gak punya self control', sementara mereka tahu ketika 2009 - 2014 saat gue stop minum obat lalu gak sanggup, gue selalu menolong diri sendiri, pergi ke psikiater," beber Marshanda.

Dari hal itu, Marshanda belajar berhenti memprioritaskan kebutuhan orang lain.

"Gue dari kecil gak pernah set boundaries, gue mengizinkan orang-orang untuk take what they want from me, tanpa mengajarkan ada pintu satu untuk memasukinya dan ada caranya untuk menghargainya seperti manusia.

Gue harus berhenti memprioritaskan kebutuhan orang lain diatas prioritas gue," aku Marshanda.

Mendapatkan perlakuan seperti itu, Marshanda lantas mendapatkan saran dari temannya untuk memaafkan saja keluarganya.

"Gue ampe bengong dan sadar kalau gue memaafkan mereka supaya gue lepas dari belenggu yang buat gue meredup," ujar Marshanda.

Artis Marshanda atau yang akrab disapa Chacha lahir di Jakarta, 10 Agustus 1989.

Dia dikenal lewat perannya sebagai Lala di sinetron Bidadari dan Nia di sinetron Orang Ketiga.

Chacha pernah memperoleh beberapa penghargaan, yakni SCTV Awards 2018 kategori Aktris Utama Paling Ngetop (sinetron) Orang Ketiga, dan SCTV Awards 2019 kategori Artis Paling Sosmed.

Diketahui, Marshanda pernah menikah dengan presenter dan VJ MTV, Ben Kasyafani pada April 2011.

Namun, mereka bercerai pada 2014 lalu.

Pesan Bijak Marshanda

Artis peran Marshanda menyampaikan sebuah pesan pada Hari Kesehatan Mental Dunia, Sabtu (10/10/2020).

Marshanda menuliskannya di akun Instagram-nya sambil mengunggah foto wajahnya.

"Anda tahu, terkadang kau hanya perlu berhenti 'tumbuh' dan mulai merasakan amarah, luka, dan semua hal tidak benar yang telah terjadi padamu.

Kau tidak akan pernah bisa menjadi pahlawan, dengan berpura-pura bermain besar dan bijak sepanjang waktu," tulis Marshanda,

Marshanda juga memberi semangat untuk bisa menerima ketidaksempurnaan dari diri masing-masing.

"Melangkah ke medan perang, hadapi pedang yang melukai kulitmu dan menusuk hatimu," tulis Marshanda.

Ia mengatakan, tidak ada yang bisa memenangkan perang tanpa pernah ikut bertempur dengan luka dan air mata.

"Terima kerugiannya. Terima ketidaksempurnaan. Terimalah bagianmu yang mengerikan itu. Hidup Anda. Pertama. Baru setelah itu pintu akan dibuka untuk apa yang disebut tahap 'bergerak'," tulisnya.

Pada Hari Kesehatan Mental Sedunia ini Marshanda mengatakan, ia ingin menuliskan ketidaksempurnaan dan kemarahannya.

"Saya menyadari saya masih memiliki lubang. Saya tidak menyerah.

Saya menghargai nyali dan hati saya untuk membuka ruang yang sangat besar bagi saya untuk hancur dan mulai menyembuhkan luka yang belum sembuh.

Tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja," tulis Marshanda.

"Menyangkal rasa sakit tidak berarti kau mengatasinya. Ekspresikan itu. Rasakan. Terima itu. Terima dirimu. Kemenangan dan kerugianmu. Terima dirimu... Sepenuhnya," pungkas Marshanda. (Tribunpekanbaru.com / Tribunjakarta.com / Pitos Punjadi )