Notification

×

Iklan

Iklan

Pelajar SMA 17 Tahun Tewas di Kamar Hotel, Awalnya Pamit Sekolah hingga Motor Raib

Rabu, 18 November 2020 | November 18, 2020 WIB Last Updated 2020-11-18T07:07:24Z

 

 Tewasnya siswi SMA di Hotel kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang perlahan terungkap.

Korban, DF yang berusia 17 tahun itu diketahui warga Demak.

DF ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di kamar hotel nomor J-1 pada Minggu (15/11/2020) sekira pukul 13.00 WIB.

Penemuan mayat DF berawal ketika karyawan hotel merasa ada yang janggal saat mengecek motor yang terparkir.

Karyawan mengecek ternyata motor kurang satu sesuai dengan jumlah kamar yang disewa pada Sabtu (14/11/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kemudian keesokan harinya pukul 10.00 WIB, karyawan melapor jika tamu di J-1 belum check out dari kamar.

Saat karyawan mengetuk kamar J-1 pun tak ada respon.

Selang beberapa saat, karyawan menghubungi Polsek Bandungan untuk meminta bantuan.

Karyawan Hotel, Suramto mengatakan DF masuk hotel pada Sabtu (14/11/2020) sekira pukul 08.00.

"Dia di kamar J-1, berarti mestinya keluar Minggu (15/11) pukul 12.00," ujarnya.

Namun karena hingga lewat jam check out, karyawan mengetuk pintu kamar J-1 hanya saja tidak ada respon.

"Karena ada yang janggal, jendela dicongkel untuk mengetahui kondisi di dalam kamar," kata Suramto.

Setelah itu diketahui posisi jenazah terlentang di atas kasur mengenakan jaket.

Melihat kondisi korban, karyawan pun melapor ke Polsek Bandungan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Sat Reskrim Polres Semarang menemukan sejumlah barang bukti.

"Ada barang bukti yang mengarah ke pelaku pembunuhan. Selain itu, kendaraan milik korban juga hilang," kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar saat dihubungi, Senin (16/11/2020).

Onkoseno mengungkapkan, polisi juga telah dilakukan autopsi terhadap jasad DF.

"Para saksi juga sudah dimintai keterangan, dari karyawan hotel," jelasnya.

Selang beberapa jam, Satreskrim Polres Semarang pun berhasil menangkap pelaku di Surabaya.

"Pelaku tertangkap kurang dari 24 jam di Surabaya," kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar saat dihubungi, Selasa (17/11/2020).

Diketahui bahwa pelaku melarikan diri setelah menjual sepeda motor dan handphone korban.

"Sementara itu yang diketahui, tapi untuk data komplit menunggu pemeriksaan di kantor," terangnya.

Onkoseno melanjutkan, pihaknya masih akan mendalami keterangan pelaku.

Termasuk terkait hubungan antara korban dan tersangka.

"Untuk identitas tersangka besok kita umumkan, termasuk hubungan keduanya. Tapi yang pasti keduanya saling kenal," kata Onkoseno.

Awalnya pamit sekolah

Sebelum ditemukan tewas di hotel, korban ternyata sempat pamit pergi ke sekolah,

Korban pamit meninggalkan rumah pada Sabtu (14/11/2020) pagi.

Hal itu diungkapkan langsung oleh paman korban, Murtadlo.

"Pamitnya ke sekolah," katanya saat ditemui Tribun Jateng di rumah korban di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Selasa, (17/11/2020).

Kemudian, kata dia pihak keluarga mengetahui DF meninggal dunia pada Minggu, (15/11/2020) sekira pukul 15.00 WIB.

"Diberitahu oleh pihak kepolisian," imbuhnya.

Pihak keluarga memakamkan korban pada Senin, (16/11/2020) pagi.

Ia melanjutkan jika pihak keluarga tak menyangka atas kejadian yang menimpa DF.

Kini pihak keluarga sudah menyerahkan proses hukumnya ke kepolisian.

Sebelumnya dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Jimbaran, pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Ada bekas bekapan dengan tekanan pada bagian muka.

Sementara itu di TKP turut diamankan barang bukti berupa masker, sepatu, buku pelajaran, pakaian seragam pramuka, sweater hitam, seprai, dan uang total Rp 3.000.

Sosok korban

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jateng, korban di mata tetangga dikenal sebagai orang baik.

Selain itu menurut tetangga, anak kedua dari tiga bersaudara itu juga dikenal sebagai orang yang pendiam.

"Orangnya baik, pinter, sama tetangganya suka menyapa," kata tetangga korban.