Notification

×

Iklan

Iklan

Merinding! Dokter Azankan Bayi Baru Lahir, Ayah Wafat karena Covid-19

Jumat, 11 Desember 2020 | Desember 11, 2020 WIB Last Updated 2020-12-11T14:07:38Z

 

Kelahiran anak menjadi salah satu momen berharga bagi para orang tua. Sebab, anak dirasa menjadi pelengkap kesempurnaan sebuah keluarga.

Umat Islam biasanya menyambut hadirnya bayi baru lahir dengan melantunkan suara azan. Kebanyakan, azan tersebut langsung dituturkan sang ayah, mendekat ke telinga bayi agar bisa didengarnya.

Akan tetapi, tidak semua bayi baru lahir bisa mendapat kesempatan untuk mendengar azan dari ayahnya. Termasuk bayi yang diketahui baru saja ditinggal meninggal dunia sang ayah, sesaat sebelum lahir ke dunia.

Ternyata, ayah bayi baru lahir itu pergi selama-lamanya karena tidak mampu melawan virus Covid-19 yang telah menyerang tubuhnya.

Nasib berkata lain, bayi baru lahir itu harus diazankan oleh dokter yang membantunya proses kelahirannya.

Kisah harus seorang dokter yang diberi amanah untuk mengazani dua bayi baru lahir viral di media sosial.

Adalah dr Sandy Prasetyo, SpOG, dokter yang di punggungnya memikul amanah tidak ringan itu.

Dr Sandy Prasetyo menuturkan momen penuh haru dan pilu tersebut lewat jejaring Instagram miliknya, Minggu (6/12/2020).

"Permintaan khusus, amanah untuk mengazankan dari 2 orang ayah, 2 momen ini punya cerita harunya masing-masing. Gak pernah terbayang saya akan di posisi ini," ungkap dr Sandy Prasetyo seperti dikutip Suara.com atas izin yang bersangkutan.

Dalam unggahannya, dr Sandy Prasetyo menyertakan 4 potret bayi yang diazankan oleh dirinya.

Potret pertama dan keempat menunjukkan salah seorang bayi yang ayahnya terpapar virus Covid-19 sesaat sebelum proses persalinan dimulai. Hanya saja, sejauh ini belum diketahui kondisi terkini.

Namun, dr Sandy Prasetyo mengatakan, ayah bayi baru lahir itu sempat menitip pesan untuk mengazankan anaknya.

"Foto 1 dan 4, pasien saya rutin kontrol dari awal hamil. Sampailah saat persalinan akan tiba, pasien dan suami diswab untuk persiapan persalinan. Hasilnya suami positif sehingga harus dirawat di RS 'Dok titip ya azankan anak saya'," ujar dr Sandy.

Cerita bayi kedua ternyata lebih memilukan. Pasalnya, sang ayah yang telah menunggu momen mendapat momongan harus berpulang lebih dulu sebelum anaknya lahir ke dunia.

Dikabarkan oleh dr Sandy Prasetyo, ayah bayi baru lahir itu sebelumnya rajin mendampingi istrinya kontrol rutin setiap bulan. Mereka tidak pernah sama sekali lewat dari jadwal yang ditentukan sampai tiba pada minggu ke-33 kehamilan.

Pasalnya, ternyata pasangan suami istri itu terpapar virus Covid-19. Alhasil, kontrol sempat tertunda beberapa saat.

Pada usia kehamilan minggu ke-36, pasien melanjutkan kontrol tatap muka karena sudah dinyatakan negatif Covid-19. Hanya saja dia sendiri, tanpa didampingi suami seperti sebelumnya.

Tiga hari berselang, istri datang bersama sepupunya. Saat itu, dr Sandy Prasetyo belum tahu suami pasiennya itu telah meninggal dunia.

"Tiga hari kemudian pasien saya datang masuk ruangan praktik ditemani sepupunya. Seperti biasa saya sapa antusias, 'Halo Ibu Alhamdulillah ya udah sehat. Bapak mana, Bu?' sambil saya tengok ke arah luar pintu, nungguin suaminya masuk," kenang dr Sandy.

Tidak disangka, pasiennya itu justru menangis sesenggukan. Dia tidak bisa berbicara sepatah kata pun. Oleh sebab itu, dia kemudian bertanya kepada sepupu yang mendampinginya. Kontan saja, jawaban sepupu itu membut dr Sandy Prasetyo terkejut sejadi-jadinya.

"Kaget saya, tiga minggu sebelum lahiran ternyata suami meninggal dunia karena Covid-19," tutur dr Sandy.

"'Nanti titip adzanin ya dok' ya Allah saya sedih banget. Saya bukan keluarga cuma dokternya aja. Tapi saya ngerasain sedih banget waktu saya adzanin si cantik," imbuhnya.

Hingga artikel ini diturunkan, unggahan dr Sandy Prasetyo telah disukai hampir 50 ribu orang dan dibanjiri banyak komentar.

"Rencana Tuhan siapa juga gak ada yang tahu. At this moment i am sending my prayers untuk si Putri dari Surga. Jadi malaikat kecil pelindung mama dan keluarga," tukas @dr.irene13 mendoakan.

"Sampai ke hati pesannya. Semoga jadi pelipur mamanya ya si dedek," timpal @pujiastuti_bundaazzam.