Notification

×

Iklan

Iklan

Nikah Tak Harus Mewah, Yang Penting Langgeng dan Bahagia

Senin, 01 Februari 2021 | Februari 01, 2021 WIB Last Updated 2021-02-01T07:03:07Z


KarlotaNgana - Menikah memanglah merupakan momen terpenting dalam sejarah hidup. Dengan adanya momen pernikahan ini pastinya akan menimbulkan kesan bahagia dari pasangan, orangtua, kerabat, hingga teman-teman.

Namun pada momen pernikahan ini tidak jarang digunakan sebagai ajang untuk menghamburkan uang.Pada zaman sekarang kebanyakan pasangan akan berlomba-lomba untuk menggelar acara pernikahan yang dianggap mewah dan bergengsi. 

Sebagian orang beranggapan bahwa dengan konsep pernikahan yang mewah dalam sebuah acara pernikahan ini  akan dinilai baik tentang keluarga yang berstatus kaya. 

Memang pada dasarnya menggelar acara mewah atau tidaknya dalam sebuah pernikahan itu merupakan hak setiap manusia, tetapi sebelum benar-benar terlaksana konsep pernikahan yang mewah alangkah baiknya harus dipahami dulu terkait alasan pernikahan dengan modal nikah yang sah tanpa perlu mengadakan acara yang mewah.

Nikah Mewah Membuat Pusing 

Alasan yang mendasari bahwa nikah mewah itu membuat pusing yaitu perlu adanya perhatian lebih dalam mengurusi sewa gedung, catering, fitting baju pengantin, undangan dan souvenir yang mewah, dan lain-lain yang memerlukan waktu berbulan-bulan dan tidak singkat. 

Terlebih lagi Jika menginginkan acara tersebut berjalan dengan sempurna maka mempelai akan merasakan pusing selama berbulan-bulan karena memikirkan hal yang ribet dan banyak. 

Kepusingan ini tidak berhenti pada saat acara pernikahan selesai saja. Namun setelah menikah pun kemewahan juga akan dihadapkan dengan krisis-krisis ekonomi dan keuangan dalam rumah tangga. 

Pesta yang mewah ini juga harus dibayar dengan hutang yang menumpuk setelah acara berlangsung padahal nikah tidak harus mewah. 

Maka jangan sekali-kali mencoba untuk membuat pernikahan yang mewah namun keuangan sedang pas-pasan hal ini akan menyebabkan pusing yang melanda kepala selama berbulan-bulan.

Nikah Lebih Mementingkan Khidmatnya

Konsep acara atau undangan yang disebar pastinya menjadi keharusan bagi keluarga atau mempelai. 

Tetapi pada dasarnya undang-mengundang ini tidak menjadi kewajiban dalam suatu pernikahan.

Kekhidmatan  dalam pernikahan ini apabila mempelai merasa orang yang hadir itu adalah orang-orang yang terdekat dan menjadikan pernikahan semakin hangat tidak bisa dinilai dari tamu undangan yang datang.

Nikah Sederhana Lebih Berkesan

Nikah sederhana lebih berkesan daripada selalu ditanya terkait kapan melangsungkan pernikahan dengan jawaban yang selalu berkaitan dengan masalah ekonomi dan keuangan. 

Pada dasarnya nikah memerlukan kata sah secara hukum dan agama yang sesuai dengan kemampuan keuangan yang dimiliki oleh pemilik hajatan.

Apabila ingin bersikeras menggelar acara yang mewah, maka harus menunggu terlebih dahulu selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan keuangan agar dapat melangsungkan pernikahan.

Nikah Sederhana Sebagai Wujud Kemandirian 

Apabila mempelai berasal dari orangtua yang mampu dan bercukupan memang dapat diandalkan dalam menggelar pernikahan yang terkesan mewah namun tidak selalu bergantung kepada bantuan yang diberikan oleh orang tua.

Karena hal inilah kemandirian akan dipertanyakan dan dipertaruhkan pada saat akan mengadakan pernikahan.

Mempelai yang memutuskan untuk menggelar pernikahan secara sederhana tetapi semua modal digunakan hasil dari kerja keras diri sendiri dan usaha dari mempelai, inilah yang menjadi faktor kebanggaan orang tua dan tidak merepotkan keluarga yang lain.

Nikah Mewah Tidak Menjadi Patokan Hidup Langeng 

Sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa orang pasti ingin menikah sekali dalam seumur hidup. Dengan adanya pernikahan maka orang akan mengalami  dan merasakan jadi raja dan ratu dalam semalam. 

Pernikahan ini tidak harus digelar secara mewah dan megah sebab kemewahan dalam pernikahan ini belum tentu menjadi patokan keberlangsungan hidup dalam rumah tangga nantinya. 

Jadi akan percuma apabila melangsungkan pernikahan dengan mewah tetapi rumah tangga kedepannya akan menjadi buruk dan tidak langgeng.

Maka dari itulah alasan mengapa nikah tidak harus mewah. 

Nikah Bertujuan Untuk Ibadah

Nikah pasti bertujuan untuk ibadah dan dalam beribadah tersebut dilarang untuk berfoya-foya. Dengan begitu maka harus mempertimbangkan ulang terkait konsep pernikahan yang benar-benar untuk ibadah atau hanya sekedar berbagi kebahagiaan saja dan menebar gengsi. 

Jangan sampai dengan adanya konsep pernikahan yang mewah ini akan melupakan niat ibadah yang keluar dari acara pernikahan ini.

Demikianlah alasan-alasan yang perlu diketahui terkait mengapa nikah tidak harus mewah.