Notification

×

Iklan

Iklan

Hati-hati Bila Didatangi Hewan Ini, Tanda Dosa Maksiat Belum Diampuni Allah Kata Syekh Ali Jaber

Senin, 27 Desember 2021 | Desember 27, 2021 WIB Last Updated 2021-12-26T22:59:03Z

 

Ternyata ada hewan yang bisa dijadikan tolak ukur tentang adanya dosa menurut Syekh Ali Jaber.

Seseorang yang didatangi atau melihat hewan ini dengan perilaku aneh, bisa menjadi tanda dosa maksiat belum diampuni Allah.

Hal itu disampaikan Syekh Ali Jaber berdasarkan pengalaman seorang ulama besar yang dia kenal.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan selalu digoda setan untuk melakukan banyak dosa.

Salah satu dosa yang bisa diakibatkan oleh hal itu, yakni maksiat. Baik yang berat maupun ringan.

Setan akan memanfaatkan hawa nafsu manusia untuk terus-menerus digoda agar terjerumus ke dosa maksiat.

Namun, manusia diwajibkan untuk menangkal godaan tersebut dengan memperkuat imannya.

Akan tetapi, setiap manusia tidak mungkin bisa menghindar secara penuh dari dosa maksiat.

Hannya Nabi Muhammad saja yang dijaga oleh Allah secara khusus, sehingga tidak pernah berbuat dosa.

Akan tetapi, manusia biasa termasuk ulama sekalipun pasti pernah melakukan dosa yang dimaksud.

Menurut Syekh Ali Jaber, ada seorang ulama bernama Hasan Al Bashri yang bisa mengetahui dosa maksiatnya diampuni atau tidak.

Caranya hanya dengan melihat istrinya dan melihat perilaku hewan yang dimilikinya sebagai kendaraan.

"Dia tahu apakah masih ada dosa maksiat dia melihat akhlak istrinya dan binatang," katanya.

Apabila dosa maksiatnya belum diampuni Allah atau tidak sadar telah melakukannya, maka hewan miliknya akan berperilaku aneh.

Dia bilang kalau kuda dan unta yang dijadikan kendaraan kalau dia tidak stabil dan tidak tenang, bukan salah dia tapi dosa apa yang saya lakukan," ujarnya.

Artinya, bukan hanya unta dan kuda saja yang bisa dijadikan pijakan tentang ampunan Allah.

Tetapi semua hewan peliharaan bisa dijadikan tanda. Apabila hewan itu mendatangi pemiliknya dengan menunjukkan sikap tidak biasa, ada kemungkinan Allah belum mengampuni dosa maksiatnya.

Maka dari itu, Syekh Ali Jaber berpesan agar seseorang peka terhadap hal itu, sehingga bisa segera taubat. Bukan malah menyalahkan sikap hewan peliharaannya.