Notification

×

Iklan

Iklan

Istri Ridwan Kamil Sudah Tahu Sejak Awal Pemerkosaan di Bandung, Kok Ditutupin? Ini Klarifikasinya

Sabtu, 25 Desember 2021 | Desember 25, 2021 WIB Last Updated 2021-12-25T09:59:23Z


Makin hebohnya lagi, dikabarkan bahwa istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya, sudah mengetahui kejadian tersebut sejak dari awal.

Lantas bagaimana pembelaan Atalia?

Karena begitu mendengar pernyataan Atalia, banyak masyarakat yang menyudutkannya.

"Sesungguhnya saya sangat memahami kemarahan netizen terhadap kondisi ini.." awalan dari klarifikasi Atalia dari Instagram @ataliapr yang dikutip populis.id pada Senin (13/12/2021).

Atalia mengaku bahwa Polda Jabar, UPTD PPA Jabar, P2TP2A kota kabupaten, kejaksaan tinggi, LPSK, dan lainnya semua telah bekerja dengan profesional sejak ditemukannya kasus ini. 

"Penjangkauan, pemeriksaan, pendampingan, trauma healing dan lain-lain bagi korban dan proses hukum bagi pelaku sudah dilakukan, bahkan saat ini persidangan telah digelar untuk yang ke 6 kalinya. Untuk itu saya menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya," ujarnya.

Tak hanya sampai situ saja, Atalia menyebut kalau dirinya tidak menutupi kasus ini dari media maupun publik. Kata dia, tidak mengekspos bukan berarti menutupi.

Sebagai Bunda Forum Anak Daerah Jabar, tugas saya memastikan para korban usia anak ini mendapat haknya dan mendapatkan perlindungan terbaik sesuai dengan UU Perlindungan Anak. Fokus pada solusi bukan sensasi," paparnya.

Kemudian, ia meyayangkan dinamika yang berkembang saat ini, dengan gencarnya pemberitaan di media massa dan media sosial.

"Karena tiba-tiba ada banyak pihak yang berusaha mencari identitas dan mendekati para korban/orang tuanya untuk menggali cerita mereka, mengusik kembali hidup mereka," tuturnya.

Menurutnya, publik perlu perhatikan kondisi psikologis para korban dan orangtua mereka. 

"Ada 5 korban yang belum sekolah dan 3 korban dikeluarkan dari sekolah karena diketahui telah memiliki anak. Kondisi mereka yang awalnya sudah mulai menerima keadaan, kini kembali cemas dan trauma. Bahkan ada yang ingin keluar dari sekolah dan pindah dari kampung halamannya," ujarnya.

juga mengatakan perlindungan bagi korban, termasuk dari pemberitaan, penting agar korban lain pada kasus lain, berani melapor.

"Sampai saat ini saya telah berkoordinasi dengan banyak pihak memastikan langkah cepat dan paling aman agar para korban dibawah umur ini mendapatkan hak perlindungan sesuai dengan UU Perlindungan Anak, memastikan masa depannya, pendidikannya serta pengakuan hukum atas bayi yang dilahirkannya," paparnya.

Atalia pun mengajak semua pihak, baik masyarakat maupun media massa untuk bersama-sama saling membantu memberikan rasa aman pada korban dengan fokus pada hukuman berat bagi pelaku.