Notification

×

Iklan

Iklan

Kisah Pilu Wanita yang Jadi Budak S3ks IS!S, Tak Sadar Makan Bay!nya Sendiri Dihidangkan dengan Nasi

Minggu, 02 Januari 2022 | Januari 02, 2022 WIB Last Updated 2022-01-02T16:59:24Z

 

Kejadian memilukan dialami oleh seorang wanita yang dijadikan sebagai budak s3ks IS!s.

Kisah wanita malang itu diceritakan oleh Vian Dakhill, seorang anggota parlemen Irak, sekitar Juni 2017 lalu.

Dikutip Grid.ID dari Serambinews, wanita tersebut mengaku kepada Vian Dakhill dijadikan budak seks oleh ISI!s dan telah memakan bay!nya sendiri.

Bayi yang merupakan anak dari wanita tersebut d!bunuh, dim4s4k, kemudian dihidangkan kepadanya bersama sepiring nasi.

Masih menurut Vian, ketika itu ada juga gadis berusia 10 tahun yang dipaksa berhubungan hingga meninggal dunia.

Ironisnya, itu dilakukan di depan saudara perempuan dan ayah si gadis.

"Salah satu perempuan yang berhasil kami bebaskan dari IS!S mengatakan bahwa ia ditahan di ruang bawah tanah selama tiga hari tanpa makan dan air," ujar Vian kepada media Mesir, Extra News.

Setelah itu, mereka membawa sepiring nasi lengkap dengan lauknya. Perempuan itu memakannya karena sangat kelaparan."

Setelah wanita tersebut memakan hidangan yang diberikan, para anggota IS!S bilang kepadanya bahwa makanan tersebut adalah bayinya

“Kami memasak anak laki-lakimu yang berumur satu tahun yang kami ambil darimu, dan kamu baru saja memakannya."

Perempuan itu seorang Yazidi, artinya bukan muslim dan bukan Arab.

Seperti diketahui, IS!S berada di balik kematian ribuan orang Yazidi sementara para perempuan dan anak-anak disekap untuk dijadikan budak s3ks.

Sementara itu, dikutip Grid.ID dari Intisari-online, tindak pemerk0saan yang dilakukan sekelompok pria berusia di atas 40 tahun terhadap seorang remaja kembali terjadi.

Dia mengaku dihajar menggunakan kabel setelah mencoba lari dari IS!S.

Lamiya Haji Bashar (18) meminta keadilan di depan pengadilan syariah yang memimpin pelarian bersama beberapa gadis lainnya.

"Ia bilang, mereka harus m3mbunuhku atau mem0t0ng kakiku untuk menghentikanku melarikan diri," tambah Vian.

Wanita tersebut pun tetap berjuang untuk mendapatkan keadilan atas tindak yang dialaminya.